Di kantor Rey tidak bisa fokus dengan pekerjaannya karena kepikiran dengan sang istri yang ditinggalkannya dalam keadaan marah. Rey bahkan sudah berjanji untuk tidak membuatnya menangis tapi lagi-lagi gadis itu harus mengeluarkan air mata karena dirinya. Mengambil jas yang tersampir di kursi Rey memutuskan untuk pulang. Dia merasa tidak tenang dan ingin segera menyelesaikan masalah mereka sebelum semuanya semakin rumit. “Saya mau pulang, batalkan meeting hari ini!” titahnya pada Seira. “Baik, Pak,” balas wanita itu ramah walau dalam hati menggerutu. Bagaimana tidak, meeting itu akan dilakukan beberapa jam lagi dan sang bos dengan seenak jidat membatalkannya. Kalau seperti ini dia yang repot. Seira kesal karena menurutnya sang bos tidak profesional, selalu mendahulukan kepentingan pribadi

