BAB 53

1385 Words

Jingga masih melanjutkan aksi marahnya bahkan setelah Rey berpamitan untuk berangkat ke kantor. Meski begitu dia tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri untuk menyiapkan segala keperluan suaminya termasuk sarapan walau dia sendiri memilih untuk tidak ikut makan karena merasa kenyang dengan hanya memandang wajah tampan suaminya yang hari terlihat memuakkan. Rey sudah berangkat sejak lima belas menit lalu namun Jingga masih bergeming di tempatnya duduk. Tatapan menerawangnya membuat bi Wati yang sedari tadi memperhatikan dari dapur, mendekat. “Non nggak sarapan?” tanyanya membuat gadis itu tersentak. Kehamilan Jingga tidak seperti orang kebanyakan yang mengundang mual dan muntah parah namun wajah pucat yang terlihat pagi ini ditambah sang majikan yang tampak murung mau tak ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD