BAB 39

1985 Words

Malam mulai larut. Resepsi pernikahan berakhir beberapa jam lalu. Rey dan Jingga masih berada di hotel sedangkan keluarga lainnya sudah pulang. Jingga merebahkan tubuhnya yang letih, seharian berdiri membuat kakinya pegal walau sempat dipijit oleh sang bunda. “Mas, boleh pinjem ponsel kamu?” Jingga mencari-cari ponselnya yang entah dia letakkan di mana. “Buat?” “Missed call ponsel aku, dari semalem nggak buka ponsel ... mana tau ada pesen masuk.” “Khusus malem ini, kita nggak akan main ponsel,” ucap Rey disertai seringai yang membuat Jingga bergidik ngeri. Jingga tidak tahu saja sebenarnya Rey gugup, khawatir sang istri memaksa mencari ponsel yang sudah Rey sembunyikan. Hanya saja dia tidak tahu kunci ponsel Jingga sehingga tidak bisa menghapus pesan dari Lyra. “Dari semalem loh ....”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD