Meidinda Rajingga Matahari bersinar cerah, kicauan burung liar di ranting pohon belakang rumah kami terdengar riang seperti riangnya hatiku. Hari ini adalah hari dimana aku akan diwisuda. Aku masih memandangi langit yang biru tanpa riak awan di atasnya. Jika menatap langit bersih begini, aku betah berlama-lama. Memoriku berputar kembali ke masa itu. Menjelang sidang komprehensif, pak Alan malah mendapat tugas ke luar negeri mempresentasikan hasil penelitiannya bersama tim. Aku yang sudah terbiasa dengan kehadirannya, mau nggak mau merasa kehilangan juga. Dia yang sangat perhatian, yang biasanya cerewet denganku terutama masalah kesehatanku, menenangkanku dan menyemangatiku. But the show must go on kan? Ku harus tetap tegar jalan sendiri. Kubulatkan tekadku. Tanpa kuduga, beb

