Someone from The Past 2

3862 Words

Meidinda Rajingga   Kami baru saja sampai pada keluar dari pintu lift satu setengah jam lebih cepat dari yang ditentukan. Aku sedikit kesal karena selalu dikejar mengerjakan banyak hal dengan cepat dan pak Alan tidak membiarkan aku berinteraksi dengan Mas Harri, pak Eko atau kakak tingkat yang sama-sama memakai laboratorium. Pak Alan tak pernah jauh dariku, kecuali jika sholat. Itu membuat aku jengah. Sebenarnya banyak terbantu dalam banyak hal, hanya masalahnya dia selalu menempel kemana pun aku berada. Jika ada yang bertanya padaku, pak Alan yang langsung menjawabnya. Aku disuruh fokus pada penelitianku saja. Saat makan siang pun begitu, pak Alan menyerahkan kunci mobil padaku untuk membeli makan siang untuk semua orang yang  ada di laboratorium. Dia memilih menggantikanku menunggu da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD