Meidinda Rajingga Hapsari Begitu keluar dari elevator, Wajah ramah pak Atep menyapaku dengan senyum lebarnya. “ Duh yang manten anyar, masih wangi harum kembangnya.” Aku tertawa. “ Asslamu’alaikum Pak. Pengantin lawas, sudah hampir enam bulan nih.” Kusapa pak Atep dengan ramah. Beliau memang laboran idola. Hari libur begini masih bersedia menemani kami yang sedang riset. Hari ini lab. produksi bahan alam sekitar empat orang yang menggunakannya. “ Ah, masih enam bulan mah lagi hot atuh Neng.” Kusapa pak Atep dengan ramah. “ Neng Meidinda teh sama siapa ke sini? Kayaknya mah nggak mungkin sendirian.” Aku tertawa. Sepertinya sih semua orang di lingkungan fakultas farmasi dan kedokteran tahu kalau suamiku tipe yang over protective. “ Diantar pak Alan.” “ Ada di mana pak Alan se

