Riko mengerjap dan spontan terduduk setelah sadar jika dia tidak sedang berada di apartemennya. Menatap sekitar, saat itu juga sebuah tangan lembut menangkup wajahnya hingga tatapan matanya bertemu dengan netra hitam seseorang yang dia kenali, Diana. "Kenapa aku ada di sini?" Tanyanya dengan pikiran linglung. Dia tidak mungkin sedang bermimpi saat pukulan bertubi-tubi diterimanya dan saat-saat kesadarannya hilang karena pukulan itu hingga saat itu juga dia kehilangan sosok Renata. Renata Riko tersentak dan spontan memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Saat itu pula Diana memijat lembut kepalanya membuatnya memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut Diana. "Luka kamu sudah aku obati. Sebenarnya, ada apa denganmu kenapa seluruh wajahmu babak belur?" Riko terdiam dan dia tersadar jik

