TTU | 18

1303 Words

Renata mencoba tidak memikirkan perkataan Denis yang membuatnya sakit hati. Namun, tetap saja kalimat demi kalimat yang Denis ucapkan terngiang-ngiang di benaknya dan berhasil merusak moodnya seharian ini. Mencoba bersikap acuh, namun ada yang tercokol di hatinya. Lemah, jahat dan egois. Tiga kata yang berhasil menjungkir-balikkan pikirannya. Denis tanpa beban mengatainya dengan kalimat tidak berperasaan. Seenaknya menegurnya untuk berjuang. Berjuang? Bagaimana bisa dia berjuang sementara Riko terikat dengan Diana. Pilihan Riko adalah Diana, bukankah sia-sia jika dia ngotot untuk berjuang sementara pilihan Riko tetap Diana. Toh, dia tidak mau terlihat murahan dengan tetap mengharapkan Riko yang tidak memiliki pendirian. Namun, dia juga mengaku jika dirinya bodoh. Bodoh karena telah mener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD