51. Dua Ciuman Dalam Satu Rasa

1077 Words

Sebenarnya posisi Lady Aga sudah mulai tersudut, dia menelan ludah berulang kali karena posisinya yang begitu dekat dengan Boy. Napasnya tak terkendali bila ia merasa di bawah intimidasi. "Katakan padaku ...!" Dengan suara yang menggeram bak harimau ingin menerkam mangsa, Boy begitu bengis menyudutkan perempuan di depannya. Otaknya mungkin sedang tak berfungsi saat ini, tapi hormon Lady Aga tak akan membuat Agatha dalam pertarungan kali ini. Wanita itu tadinya menunduk, melindungi topeng agar tetap berada di tempatnya. Namun kemudian dia mendongak, mengangkat dagu dan menantang lawannya. "Kau tidak berhak untuk tahu!" tegas Lady Aga. Dia harus mengambil alih kendali dalam situasi seperti ini. Dalam keadaan tangan yang masih terkunci, setidaknya dia masih bisa membusung. Melempar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD