Part 57

2150 Words

Benar saja, ada Pak Reza. Aku enggan untuk menatapnya. Kaki ini segera menuju tangga yang menuju ke lantai satu. Ada kedua orangtuaku yang sedang menunggu di dekat tangga. Senyum mereka membuat diri ini melupakan kekesalan sesaat. "Nana, kita ke Jakartanya ga jadi sore. Penerbangan siang jam sebelas. Tadi sudah dipesankan tiket sama Nak Reza." Papa berkata saat aku baru saja sampai dihadapan mereka berdua. "Iya," jawabku singkat karena tidak ingin menanyakan alasan mengapa mengubah jadwal keberangkatan. Papa segera menuntunku ke arah mobil setelah sebelumnya berpamitan pada beberapa guru yang ada di kantor. Beruntung pagi ini Pak Agus tidak membuat masalah denganku. Eh, terbalik, akulah biang masalah itu. Kadang tidak sadar jika penyebab beliau sakit kepala adalah aku. "Na, nanti be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD