Aku selesai mandi dan perut ini minta jatah untuk diisi. Sesuai pesan Bang Ghani, beli makanan di dekat tempat indekos ini. Diri ini keluar kamar, tak lupa mengunci pintu kamar. Di luar tampak ramai dengan teman-teman indekos Bang Ghani yang mungkin kuliah di tempat yang sama dengannya. "Hai, adiknya Ghani, ya? Kenalin, gue Tobi."Teman Bang Ghani mengulurkan tangan padaku untuk berjabat tangan. Jujur aku takut dan tidak terbiasa seperti ini. Jakarta dan Yogyakarta sangat terasa sekali perbedaannya. Jadi teringat mantan guru PPL yang sangat agresif itu. Tangan ini sedikit gemetaran menerima uluran tangan dari seseorang bernama Tobi itu. Takut. "Nirina," jawabku singkat sambil dengan cepat melepaskan genggaman tangan dari Tobi. Laki-laki bernama Tobi itu tersenyum licik. Entah apa yan

