Aku mengerjab mendenger pernyataan dan pertanyaan dari Mas Panji. Tadi bilangnya disuruh membantu, bantuan apa yang beliau perlukan? Hanya membagikan oleh-oleh keripik pisang khas Kota Lampung atau bantuan untuk mendengarkan curhatnya? Mulut ini masih saja terkunci rapat. "Siapa, Na? Bukan kamu 'kan?" Mas Panji mengagetkan lamunanku. "Bukan, Mas," jawabku jujur. "Syukurlah. Lusiana pernah bilang dia cemburu padamu. Makanya aku memastikan gadis itu bukan kamu." Mas Panji tampak lega saat mendengar jawaban dari mulut ini. "Mas, ini udah semua 'kan keripiknya?" tanyaku sambil bersiap hendak kabur dari hadapannya. Rasanya tidak enak hanya berdua dengan anak pemilik indekos ini. Ada Kak Sofi yang kapan saja bisa cemburu jika salah paham. "Oh, tadi jumlahnya sekitar dua puluh bungkus. Di

