kolonisasi

821 Words
"eum... profesor , anda punya jadwal rapat bersama presiden Amerika , Rusia , China , Korea dan Indonesia di lantai 16" sahut salah satu karyawan wanita . "terimakasih , saya akan segera kesana" Claren hendak pergi , namun Riana tiba tiba datang dan menghentikannya "HEY!" Riana berhenti tepat didepan Claren dengan nafas yang terengah-engah . "kau mau kemana?" "rapat" "dimana Arlo?" Claren menaikkan kedua bahunya . "dia sudah di ruangan rapat" sahut salah satu karyawan "bisa-bisanya dia mendahului ku" Claren berjalan ke lift lantai 16 dengan wajah yang geram . ______________________ Claren hanya duduk di kursi rapat dengan tangan yang dilipat di depan d**a , melirik seluruh peserta rapat yang datang . ia didampingi oleh Arlo yang duduk disebelah kirinya . mau tau kenapa setiap rapat Claren selalu harus ada yang mendampingi? karena sifat keras kepala , menolak keputusan rapat dan sifat emosinya bisa saja tiba tiba datang . pemerintah sebenarnya sudah lelah dengan sifat Claren yang semaunya sendiri . yaa... tapi bagaimana lagi , dia membawa pengaruh besar bagi Indonesia dan Dunia . mau tidak mau pemerintah harus menurutinya , asalkan kemauannya bersifat positif . mau tau siapa yang mengusulkan agar membangun pertahanan s*****a laser diluar atmosfer? itu idenya Claren . ia membantah keputusan pemerintah yang rencananya akan meng-kolonisasi planet mars . "Saya mendapat pesan dari area 89 dan area 77 bahwa mereka berhasil meledakkan salah satu satelit Florence" presiden Rusia membuka suara . Claren meliriknya . Arlo membuka berkas yang ia bawa "Florence mendekati planet Saturnus dengan satu satelit. dan rencananya, area 71 dan 89 akan meledakkan satelit tersebut" "hanya dua area??" ujar presiden Amerika dengan nada tak percaya . Claren meliriknya . "ya" Arlo mengangguk . "bagaimana bisa hanya 2 area yang meledakkannya . mustahil" presiden Amerika menggelengkan kepala . "memang kau pikir salah satu satelit Florence berapa area yang meledakkannya hah?" Claren menarik berkas yang dibawa Arlo . semua presiden terdiam . hening . "tetap saja kita harus menambah area untuk membantu meledakkannya" ujar presiden China "memang kau pikir bahan bakar moft berasal dari t***a?" dia terdiam . Arlo menendang pelan kaki Claren . hening . "kita semua sudah rapat pada tanggal 2 april membahas tentang pengungsian manusia jika Florence berhasil menembus pertahanan Eropa dan asia-pasifik" presiden China diam . "dan kita memutuskan untuk meng-kolonisasi planet mars . kita semua sedang mempersiapkan rencananya dari sekarang" "bukan kah permukaan planet mars tidak bisa ditanami oleh tumbuhan?" Claren bertanya . "kita akan mengangkut sebagian tanah dari bumi" Claren mengangguk . "lalu bagaimana dengan hewan yang ada dibumi? " "kita akan mengangkutnya" Claren mengangguk remeh "bahkan sapi , ayam , hiu , kambing , domba . semua akan kalian angkut?? " "astaga" Claren menepuk jidak . "bagaimana umat muslim beribadah jika manusia di mars dan kabah di bumi?? . mau mengangkutnya?? . HEY! kabah bukan seperti patung relief yang bisa di pindah kemana pun!!" "astaga , kalian tidak memakai logika" Claren menopang kepalanya . "saat seperti ini masih memikirkan ibadah" ujar presiden China Claren mengumpat dalam hati . "SEMUA butuh izin ilahi . keteraturan alam semesta , cara kerja , SEMUANYA bahkan tuhan bisa mengumpulkan semua makhluk hidup dialam semesta jika ia menghendakinya" " kau hidup , karena izin dan kehendak-Nya . aku bisa saja mengetahui apa yang didalam black hole , planet misterius , lubang cacing . karena apa? karena izin ilahi " " aku tak perc--" "sudah cukup! aku tidak ingin mendengar pendapat gila kalian . percayalah , Florence akan meledak sebelum mendekati bulan" "jangan mengundang ku ke rapat tentang kolonisasi mars lagi!" Claren pergi begitu saja dari ruang rapat tanpa meminta izin . hanya dia yang berani . Arlo membungkukkan badannya beberapa kali dan meminta maaf . semua presiden terdiam , mengusap wajahnya kasar . pendapat Claren benar . ***** "ternyata kau orang yang taat agama" Arlo duduk di sebelah Claren , menyeruput kopi hitamnya . melihat langit malam dari rooftop gedung LAPAN . "tidak sebegitunya " "menurutmu apa yang ada didalam black hole?" "duang waktu " "apa alasannya?" " menurut sebagian ilmuan , jika sebuah benda langit tertarik oleh gravitasi yang kuat dari black hole , maka akan merusak , menghancurkan ruang dan waktu yang dimiliki oleh benda tersebut . namun menurutku jika benda tertarik ke dalam black hole , benda tersebut akan ikut menyatu dengan materi yang ada didalamnya" Claren diam . "semakin banyak benda yang tertarik , ruang dalam black hole akan semakin luas dan waktu yang dimiliki oleh benda tersebut akan tersimpan didalamnya . semua itu didasari karena sebuah benda menempati ruang dan memiliki waktu" "walaupun hancur , waktu yang dimiliki akan tersimpan didalamnya" Claren menggelengkan kepala "huft... memang pemikiran ku tak masuk akal" " orang genius memang berbeda" Arlo tertawa lirih . "genius apanya" Arlo melirik jam tangannya "besok ada jadwal mengawasi Kapal selam milik ASEAN yang akan mengecek laut asia tenggara , apakah bebas dari ranjau atau tidak " sebaiknya kau tidur sekarang" Claren mengangguk namun tak beranjak dari tempatnya .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD