new partner

1125 Words
masa kini [ 2038 ] ia keluar dari mobil Lotus ejiva kesayangannya yang bertenaga listrik dan perlu merogoh uang sebanyak 2,3 juta dolar untuk mendapatkannya . keluar dengan kemeja biru mudanya berbalut dengan jas putih serta rambut dikuncir satu , tangan sebelah kirinya menenteng 2 buku tebal bersampul hitam dengan taburan bintang sebagai hiasannya . buku itu berjudul 'Teori' yang selalu ia bawa kemana pun ia berada . jangan tanya ia membelinya dimana , buku itu ia ketik sendirian ketika malam datang sembari melihat rasi bintang di balkon kamarnya . memasuki gedung bernuansa putih , abu abu menjulang tinggi bertingkat 25 dengan pekerja yang selalu sibuk setiap harinya . khusunya tahun ini . menaiki lift menuju lantai 15 dengan raut wajahnya yang datar . pintu lift terbuka , menampakkan suasana ruangan yang super sibuk dengan 23 pekerja didalamnya . ia menapakkan kaki keluar dari lift dan semua pekerja berdiri membungkukkan badannya . enaknya berpendidikan tinggi . seorang wanita berpakaian sama dengan dirinya , rambut dicepol , berkulit sawo matang dengan seorang laki laki asing dibelakangnya mendekati Clarence . ia mendengus kesal , pasalnya dia selalu menanyakan 'kapan kamu nikah?' selaluu... saja itu yang ditanyakan . "wow.. raut wajahmu selalu saja datar" Claren menatapnya malas . "cepatlah , aku sibuk!" "hey , santai mblo" ia menarik nafas dalam -dalam "perkenalkan ini patner kerjamu yang baru" Riana melangkah kesamping agar laki laki dibelakangnya maju . laki laki itu mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan , namun Claren biarkan . Riana tersenyum kecut "eum.. sepertinya dia tidak suka laki laki" Claren hanya menatap Riana tak berkedip , sudah terbiasa dengan ucapan tak bermutunya . "maka dari itu dia jomblo hehehe" Riana tertawa gajen . "aku hanya bercanda" ia berdehem . "oke perkenalkan ini Arlo hernandez , salah satu Ilmuan asal Indonesia yang dipindahkan pusat ke Amerika . menekuni ilmu sama seperti dirimu dan umurnya 1 tahun lebih tua dari dirimu" Claren mengangguk . "ini Clarence bianchigevva orang terkeras kepala se-Indonesia , sampai sampai pemerintah tak bisa mengaturnya" Riana meringis . "dia ilmuan yang lebih menekuni ilmu fisika termuda di Indonesia dan dia yang membawa pengaruh besar bagi politik , keamanan , ekonomi , pendidikan , teknologi dan komunikasi Indonesia pada umurnya yang ke-12 tahun sampai sekarang" Arlo mengangguk takjub . "dan dia masih jomblo , AHAHAHAHAHA" Riana berlari meninggalkan mereka berdua yang masih canggung . Claren menatapnya tak perduli . Claren melangkah kan kakinya kesalah satu meja karyawan yang didepannya terpampang layar hologram dengan sebuah asteroid bersatelit 2 bulan yang satunya menghilang . Arlo mengikutinya dari belakang . "ada apa?" "area 89 Milik Amerika dan Indonesia berhasil meledakkan salah satu satelit asteroid Florence pada pukul 05.45 WIB" karyawan itu mencopot Headset dari telinganya dan berhenti mengetik di keyboard hologram depannya "what? seriously??" Claren mengerjab beberapa kali . ia mengangguk "datanya sudah dikirimkan ke seluruh pekerja LAPAN dan Observatorium" "Thank you informasinya!" Claren berlari ke ruangannya dan Arlo kewalahan berlari mengejar Claren . ***** Claren memutar jarinya diatas meja didalam ruangannya dan belasan layar hologram muncul dengan beberapa macam data . ia menyapukan tangannya diatas layar untuk mencari data yang baru saja terkirim . dan terlihatlah data asing yang baru terkirim 2 jam yang lalu , berjudul 4598 . Claren memperbesar layar dan melipat tangan didepan d**a . "luce, open the data" open data starts data terbuka dan menampakkan tabel hologram di dalamnya . luce yang merupakan kecerdasan buatan membacakannya project 4598 The destruction of one of the Florence asteroid satellites was carried out successfully at 05.45 WIB carried out by area 89 at the Neptune base and received assistance from area 77 at the Uranus base-- . tringg.... Claren melihat sebuah telepon masuk di layar hologram depannya terpampang sebuah nama dan tempat penelpon . Miss, an incoming call "accept" Luce menerima telepon dari seseorang di area 77 pangkalan planet Uranus . layar di depannya menampilkan seperti semut semut kecil sebelum layar tersebut menampilkan jelas seorang pria yang sudah ia anggap sebagai pamannya . terpampang jelas seorang pria berumur 56 tahun , rambut memutih , senyum yang lebar dan baju bertuliskan 'Jovas genovier' berpangkat kapten . "halo anak jenius" pria itu melambaikan tangannya . Claren menahan senyuman "sapaanmu selalu saja begitu" "itu cocok untuk seorang Claren , yang membawa pengaruh besar bagi Indonesia di umurnya yang ke-12 tahun" "jangan mengungkit itu . apa kabar baik dan kabar buruknya?" laki laki itu menggaruk rambutnya "kabar baiknya kami berhasil meledakkan salah satu satelit Florence . hanya satu . kabar buruknya asteroid itu mendekati planet saturnus , sedangkan satu satelitnya susah sekali di ledakkan" "apa rencana mu?" "area 71 pangkalan Saturnus menyiapkan 5 armada pertahanan , area 77 pangkalan Uranus menyiapkan 3 armada sedangkan area 89 di Neptunus menyiapkan 2 armada" "good ?" Claren mengangguk. "tapi jangan terlalu banyak menyiapkan armada pertahanan hanya untuk meledakkan satelitnya . bahan bakar bisa habis jika terlalu banyak armada" Claren menarik nafas "sebaiknya area 77 dan area 66 di Jupiter menyiapkan armada untuk meretakkan Asteroidnya . Florence lah target utama , bukan satelitnya" "tapi Florence lapisannya terlalu padat" "berusaha lah" ia berdehem "ehem.. jangan coba coba menabrakkan moft [ pesawat tempur yang dimodifikasi bisa langsung menuju luar atmosfer ] ke Florence . itu hanya akan merusak moft bukan malah meledakkan Florence " "understand , capt!" "yang kapten dirimu , bukan aku" Claren tersenyum . "jam istirahatku sudah habis , aku matikan . see u again" ia melambaikan tangan dengan senyuman yang merekah di wajahnya "see u again! jangan terlalu memaksakan diri" telepon terputus . Claren menoleh kesisi kanannya . Luce , robot yang ia produksi tiba tiba berada disampingnya . your lover? Claren melototkan mata "crazy! I cant possibly have grandpa grandpa's lover!" but ... you guys are very close "kalo cuma deket mah banyak!" What do you say? Claren menepuk jidatnya , ia lupa bahwa Luce belum ia program ke bahasa Indonesia "forget it forget it! I forgot to program you into Indonesian" no wonder ceklek pintu ruangan Claren terbuka . mereka berdua menoleh ke sumber suara . "anda di panggil ke ruang introgasi" ***** Claren menatap tajam seorang remaja berumur 18 didepannya , ia menunduk takut . "sudah 15 tahun berlalu ternyata masih ada p*****r" brak Claren mengebrak meja membuat remaja didepannya tambah menundukkan kepala . bukan hanya remaja itu , 2 polisi di sampingnya ikut terkejut . "dongakkan kepalamu" ia menggeleng . "tidak mau?" ia menggeleng cepat . "baiklah , penjarakan dia seumur hidup" deg. remaja itu buru buru mendongakkan kepala . matanya bertemu tatapan tajam Claren , tatapannya terkunci beberapa menit . hening. hening. hening. "bawa dia ke psikolog" dua polisi disampingnya saling bertukar pandangan "psikolog?" "ada dua kemungkinan . pertama dia mencari kesenangan diluar rumah , karena dia dirumah tidak mendapat kasih sayang dari keluarganya" Claren berhenti " kedua dia hypersex "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD