Sopian tengah duduk di ruang kerjanya sambil menatap handphone di tangan yang diputar-putar. Baru sejam lalu dia kembali dari rumah Wiwik setelah dia tertidur. Pikirannya kini menerawang jauh menerka apa yang menimpa Wiwik. “Sebenarnya ada apa dengan Wiwik, ya? Ke mana tunangannya pergi?” gumam Sopian bingung dengan hubungan mereka. Tak berapa lama, selintas otaknya beralih pada Haruna yang sampai saat ini mendiamkannya. Tangannya bergerak membuka kolom chat antara dia dan Haruna serta berharap Haruna membalas chatnya. “Cuma dibaca!” gumam kecewa Sopian sambil menarik nafas dalam dengan bahu melemah. “Telephone Kak Aldy saja, deh!” serunya lagi. Dengan cepat, Sopian menghubungi Aldy untuk menanyakan kabar Haruna yang sudah hilang beberapa hari lalu. “Hallo, Kak!” “Iya, Yan.” “Apa Ha

