Di kediaman Aldy, Nisa tampak sedang menyisir rambut Lissa dan memasangkan bando berwarna maroon. Lissa baru saja mandi siang karena habis potong poni dan dilakukan sendiri oleh Nisa. Lissa duduk di depan cermin besar di samping tempat tidurnya, sambil senyum-senyum genit melihat dirinya di cermin. “Eneng cantik, ya, Ma!” oceh Lissa yang sangat suka dibilang cantik. “Cantik dong! Anak Mama paling cantik pokoknya!” jawab Nisa tersenyum. “Eneng kalu cudah ende punya pacal banyak, ah!” kata Lissa lagi. Mata Nisa melotot. Otak anak bungsu ini sepertinya benar-benar sudah menyerap racun yang Sopian berikan dengan baik. “Kok begitu?” timpal Nisa lembut. “Iya. Eneng itu cantik sangat. Jadinya bole punya pacal banyak kata Om Popay, hihihi …,” sahut Lissa cekikikan. Nisa mendekat dan memeluk t

