Pernyataan cinta yang keluar dari bibir Zaviest itu bagaikan air hujan yang menetes pada gurun kering. Begitu menyejukkan, dan membuat padang gurun yang telah gersang itu perlahan memiliki musim semi yang sebelumnya tidak pernah ada. Ungkapan itu berhasil membuat Vizena terdiam, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Zaviest. Bahkan Vizena tak tahu perasaan seperti apa yang dulu dia miliki untuk Zaviest sebelum ingatannya hilang. Namun satu hal yang pasti, kalimat cinta itu telah berhasil menembus ke dalam hatinya, dan menanamkan kebahagiaan di tanah gersang dalam hati Vizena. "Vizena?" Zaviest mencoba mengisi keheningan yang dibuat oleh Vizena. Keduanya telah berjalan hingga ujung pasar. Kesadaran Vizena kembali, dia menatap Zaviest yang menatapnya lembut. "Mengapa kau tidak mengata

