86. Look For Vizena

1151 Words

Nafas tertahan dalam paru-paru Leoxard hingga dadanya membusung. Dia menatap pria yang berlutut dihadapannya, pria yang baru saja memberikan informasi kepada dirinya. Sebuah kabar yang sangat baik. "Bagaimana, Yang Mulia?" Suara Hakim Agung menggoyahkan angan-angan Leoxard. Jari telunjuknya mengetuk-ketuk meja, menunjukkan dirinya sedang berpikir keras. "Itu belum pasti. Apakah dia benar Vizena atau bukan." "Saya akan mengirim seseorang," sahut Barra dengan begitu cepat, "Tidak, saya akan memastikannya sendiri, apakah dia benar Puteri atau bukan." Leoxard menatap Barra secara seksama, tiba-tiba teringat saat mereka bertiga masih kanak-kanak, dia, Vizena dan Barra. Kemana pun Vizena pergi, Barra selalu menemaninya seperti seorang pelindung. Rasanya masa itu kini seolah terulang kembal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD