105. The Emperor is a Servant

1305 Words

"Aku tidak akan pergi!" Suara Vizena jelas dan tak terbantah, tatapannya pun tajam seolah memperingatkan kepada siapapun yang menentangnya maka itu tidak akan menjadi urusan yang mudah. Dia menatap semua orang yang ada di dalam tenda. Menunggu siapa yang akan membantah ucapannya. Leoxard beranjak dari tempatnya mendekati Vizena, tangannya terulur untuk merengkuh kedua lengan Vizena, menatapnya tepat pada iris lembayungnya, mengharapkan Vizena untuk lebih mengerti posisi mereka. "Vizena, kita berada dalam pelarian saat ini," Leoxard tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya, "Aku tidak ingin kau dan bayimu akan terluka." "Aku bisa menjaga diriku sendiri kakak, aku..." Vizena menolehkan kepalanya, menatap ke seluruh ruangan, "Ingin berjuang bersama dengan kalian." "Dengarkan aku, kita b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD