Dia melihat lagi lencana *DC*. Di depannya, buku itu seolah-olah memberitahunya: *Pria ini bukan cacat, dia seorang pahlawan yang disakiti, dan kamu, Eleanor, kamu telah membuatnya menderita, mengabaikannya sebagai seorang suami*. Tapi di sana terdapat kehangatan murni, sebuah ketulusan kecil yang membuatnya terikat pada sandiwara Damian yang kejam. Dia tahu itu. Eleanor menjatuhkan diri ke kursi. Ia tidak peduli pada Evelyn, dia tidak peduli pada Lord Kael yang mengincar nyawanya. Yang ia pedulikan kini hanya mengapa pria ini menolak memberitahu istrinya sendiri kebenaran sejati di balik topeng yang begitu mengerikan. Ia menyalakan laptop kerjanya, yang sudah berisi kode-kode finansial yang Evelyn butuhkan. Tetapi ia membuka peramban: ‘Dokumentasi Saraf Belakang Trauma Perbatasan 5 Tahu

