"Kamu sudah menemukannya, Eleanor?" Eleanor terhuyung. Ia berbalik. Damian berdiri di ambang pintu, bersandar di pintu yang sudah tertutup. Setelan jasnya terlihat sedikit berdebu, tetapi wajahnya jernih, sempurna. Tidak ada bekas lelah, tidak ada bekas kursi roda. Pahlawan Perang seutuhnya. Namun matanya masih menyiratkan sisa-sisa sandiwara yang tak bisa hilang begitu saja: rasa bersalah dan amarah yang tertahan. "Damian!" Eleanor berjalan cepat ke arahnya. "Kenapa kamu kembali secepat ini? Dan... Kenapa kamu menggunakan komunikasi anonim?" Damian melangkah ke tengah ruangan, setiap langkahnya terasa tegap, menimbulkan gemuruh pelan yang tidak pernah dia miliki dalam lima tahun ini. Kekuatan di balik matanya melumpuhkan Eleanor. "Aku menyelesaikan urusan dengan Marcus. Aku menghancur

