Total waktu yang berlalu: 4 menit, 30 detik. Damian berdiri tegak, memandang wajahnya yang kini berlumuran peluh di cermin. Mata itu, yang hanya satu menit lalu adalah mata seorang prajurit elite yang mematikan, kini harus berubah kembali. Dia memaksa tubuhnya lunglai, memasukkan dirinya kembali ke bilik toilet difabel yang berdekatan dengan kursi rodanya. Pintu tidak terkunci, karena Eleanor menunggu di luar. Dalam tiga detik yang kritis, Damian menyarungkan semua otot yang baru saja digunakannya. Rasa sakit akibat serum itu bergejolak ganas, memaksanya menunjukkan perjuangan nyata untuk bergerak. Dia meraih pegangan kursinya, memosisikan dirinya dengan susah payah. Pintu terbuka. "Damian, kamu baik-baik saja? Sudah lebih dari lima menit. Ibu menelepon, dia mau kau kembali," Eleanor b

