"Ke mana Pak?" tanya Tya lagi siapa tau dia salah dengar. Yuga menoleh, menatap dengan kesal. Benci sekali kalau ada orang yang membuat dirinya harus mengulangi pembicaraannya. "Harus banget saya ulangi?" tanyanya ketus. "ke rumah bapak?" tanya Tya lagi lalu Yuga memilih menatap ke arah jalan. "Ngapain Pak?" tanya Tya lagi. "Kamu bisa diem eng--" Belum sempat Yuga melanjutkan kata-katanya, Tya memotong ucapan bosnya itu. "Enggak! Bapak ini kemarin ngaku-ngaku pacar saya ter--" Kini ganti Yuga yang membuat Tya bungkam karena dengan tiba-tiba mendekatkan wajahnya di depan wajah gadis itu. Tya bisa jelas lihat wajah dan tatapan dingin Yuga, juga embus napas pria berkulit pucat itu. "Diam, atau saya yang buat kamu diam." Yuga mengancam, dingin, tegas dan penuh ancaman. Tya segera menut

