60. Permen Karet

1052 Words

Tya mandi, sementara Yuga memilih keluar memberikan waktu pada Tya agar. Lebih nyaman dan merasa aman tanpa kehadiran. Setidaknya untuk saat ini, sampai Tya bisa merasa nyaman. Yuga berdiri di teras menatap pada pantai di hadapan. Tak lama Ahbi berjalan menghampiri. "Gimana Mas planing ounya momongan?" tanya Ahbi. "Enggak ada planing, ikutin arus aja." "Kalau udah nikah, urusan ranjang itu nomer satu?" tanya Ahbi. Yuga menatap dnegan heran, mengapa tiba-tiba saja Ahbi bertanya seperti itu. "Enggak juga. Kenapa kamu tiba-tiba tanya gitu?" "Penasaran aja, ada yang bilang kallau nikah itu yang penting gimana pasangan kasih kepuasan. Aku salut sama Disha, karena dia jaga banget dirinya. Dan aku akan jaga dia juga baik-baik." Ahbi katakan itu dengan bangga. Yuga merasa tak enak, ia s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD