"Bagaimana di pesawat? Aku harap kamu mendapatkan bogeman Shine," sindir Wlliem saat mereka duduk berdampingan di barisan depan saat sore harinya harus menghadiri pembukaan pameran teknologi sambil berbisik-bisik ketika Menteri Teknologi Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. memberikan kata sambutan. "Hanya satu tamparan." Williem menoleh. "Hanya?" Zaf mengidikkan bahunya. "Sudah untung dia tidak melemparku keluar karena semua ocehanku." "Untung kamu bilang?" Williem benar-benar tidak mengerti dengan cara berpikir Zafier. "Memangnya tidak jera dengan semua perlakuan kasar Shine yang memang sih brutal banget tapi kamu juga pemicunya." Zaf tersenyum miring. "Tidak. Kau perhatikan tidak kalau Shine lagi marah itu menggemaskan." Williem ternganga memandangi Zaf yang kemudian berdiri saat di

