Lima puluh sembilan

1862 Words

Saat Jerome sudah berhasil mengendalikan dirinya, dia mendapati kondisi ruang kerjanya sudah hancur berantakan. Dia juga tidak menemukan Irza di manapun. Mungkin sudah keluar ruangan karena ketakutan. Dia memutuskan keluar dari ruang kerja menuju kamarnya. Dia butuh mandi air dingin untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang berada di puncak amarah.  “Hasna?!” Jerome berteriak memanggil nama kepala asisten rumah tangga di rumahnya.  Hasna yang mendengar suara Jerome menggema di dalam rumah segera menuju ke asal suara. Wanita itu sadar tuannya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja saat ini. Dia berlari menuju ke tempat Jerome sedang menunggunya karena tidak ingin keterlambatannya membuat tuannya itu semakin murka.  “Ya Tuan?” tanya Hasna dengan wajah ketakutan setelah menghada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD