Irza memilih dress A line tanpa lengan bahan sifon motif bunga sakura untuk menyempurnakan penampilannya malam ini. Menutupi pundak terbuka dan belahan dadanya, Irza menggunakan cardigan dari bahan rajut dengan warna yang sama dengan warna bunga dari drees-nya. Sedangkan rambut ikal sebahunya dibiarkan tergerai Setelah rapi Irza keluar kamar menyusul Jerome. Tak lupa dia mematut refleksi dirinya di cermin untuk memastikan tidak ada yang kurang dari penampilannya. Saat meraih pounch yang disiapkannya di atas ranjang, tiba-tiba perutnya terasa perih. Irza mencoba mengabaikan rasa sakit itu. Sepertinya efek makanan yang dimakannya siang tadi. Sepertinya ini sudah saatnya dia berhenti makan junk food jenis apa pun. Kalau tidak ingin berakhir di rumah sakit seperti beberapa tahun lalu. “Aku

