Sembilan belas

1175 Words

Menuruti saran maminya, Jerome mengangkat tubuh Irza dan membawanya ke dalam kamar. Marietha mencegah Jerome yang hendak membawa Irza ke kamar tamu.  “Bawa ke kamar kamu aja, Jey. Kamar tamu kurang nyaman buat Irza,” cegah Marietha memberi alasan.  “Dia bisa tidur di mana saja, Mi,” jawab Jerome.  “Lebih baik kamu yang tidur di mana saja. Cepat bawa dia ke kamar kamu, supaya kamu juga bisa segera istirahat.” “Mami nggak lagi mabuk, kan? Dari sekian banyak kamar yang ada di rumah ini, kenapa mesti kamar aku?”  “Dia calon istri kamu. Masa iya mau tidur di kamar lain? Ah...udahlah, jangan kebanyakan tanya. Menyelesaikan masalah bisnis yang rumit saja kamu bisa, masa mengurus hal sepele seperti ini nggak bisa?”  Jerome mengalah. Akhirnya dia membawa Irza ke dalam kamarnya. Jerome meletak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD