Dua puluh tujuh

1957 Words

Irza baru saja membereskan meja di bilik kerjanya. Di saat yang sama ponselnya berbunyi. Ada nama Jinan muncul di layar. Sambil berjalan meninggalkan bilik kerjanya, Irza menjawab telepon itu.  “Ir, kamu sudah pulang kantor?” “Masih di kantor, tapi udah mau pulang. Kenapa, Nan?”  “Sibuk nggak? Temenin aku jalan, yuk. Mau cari baju untuk Naisa. Udah pada sempit bajunya.” Irza keluar lift dan melangkah menuju pintu keluar Elka tower. Sesekali dia membungkukkan badan saat berpapasan dengan rekan kantor yang dikenalnya dan memiliki jabatan lebih tinggi tentunya.  “Ugh, si gemoy. Cepet banget nggak cukup bajunya. Belinya langsung yang tiga nomor di atas ukuran normalnya aja, nan.  “Nggak ah, nanti dikira baju lungsuran, atau nggak baju pinjem.” “Lungsuran apaan deh?”  “Ya baju bekas git

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD