Dua puluh enam

1506 Words

Irza terkejut bukan main saat Marietha menelepon dan mengatakan sedang menunggunya di lobi Elka tower. Calon mertua abal-abalnya itu mengunjungi di jam kerja seperti ini. Tentu saja Irza mendadak tremor saat ini.  “Ir? Woy! Mau ke mana lo?” tanya Bram saat melihat Irza melangkah tergesa menuju lift.  “Ada tante gue di lobi.” Irza melesat secepat kilat setelah menjawab asal pertanyaan dari Bram. Di dalam lift dia memerhatikan penampilannya. Beruntung riasan di wajahnya masih belum berantakan karena Marietha datang sebelum waktu jam makan siang.  “Mami?” sapa Irza setelah menghampiri Marietha.  Marietha tersenyum dan menyambut hangat kedatangan Irza.  “Mami ingin bertemu denganku?” “Iya dong.”  Irza mengangguk kikuk. Dia melirik jam tangannya. Tepat waktu jam istirahat makan siang. Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD