Lima puluh empat

1701 Words

Sekitar pukul sembilan malam pintu kamar dibuka perlahan dari luar, membuat Irza mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Jerome masuk sambil membawa bungkusan di tangannya. Dia meletakkan bungkusan tersebut di atas meja lalu buru-buru ke kamar mandi sebelum menemui Irza. Dia tidak ingin menempelkan kuman dan bakteri dari luar di kasur dan istrinya.  Selesai mandi, Jerome menghampiri meja kopi lalu meraih bungkusan yang dibawanya tadi ke ranjang, tempat Irza kini sedang duduk setengah berbaring.  “Apa ini?” tanya Irza bingung.  “Camilan ibu hamil. Pengganti nasi karena kamu kesulitan makan nasi. Saya beli semua yang disarankan oleh Dokter Chandra,” ucapnya santai, sambil mengeluarkan toples biskuit s**u, snack, wafer dan s**u ibu hamil rasa cokelat.  “Oiya, kata Dokter Ch

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD