Jerome nyaris putus asa menghadapi setiap perubahan hormon dalam diri Irza. Kalau dulu dia masih mampu menghadapi Irza yang ceplas-ceplos dan meledak. Sedangkan kini Irza berbanding terbalik menjadi lebih pendiam dan terlalu kalem menurutnya. Dia tidak tahu mesti bagaimana lagi untuk mengembalikan karakter Irza yang dulu. Semalam saat Jerome tiba-tiba terbangun, dia tidak menemukan Irza di sampingnya. Mungkin sedang buang air kecil. Begitu pikir Jerome. Namun dia menjadi khawatir karena hingga dua puluh menit telah berlalu Irza belum juga kembali ke ranjang. Jerome memutuskan untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh Irza di kamar mandi. Tidak ingin mengejutkan Irza yang diyakini Jerome sedang berada di dalam mandi, dia membuka pintu kamar mandi pelan-pelan bahkan nyaris tak menimbulka

