Tiga puluh dua

2430 Words

Jerome mengajak Ben ke ruang kerjanya. Senyum tak hentinya terukir di wajah Ben saat melihat Jerome yang dulu dikenalnya lugu dan pendiam kini menjelma menjadi pria dewasa dan mapan secara mental maupun finansial. Tak kuasa menahan dirinya yang ingin memeluk Jerome sejak tadi akhirnya Ben melakukannya. Pria yang masih tampak gagah di usianya yang memasuki angka empat puluh itu mendekap dengan hangat tubuh Jerome dari belakang.  “I miss you. Really...really miss you, Jey,” bisik Ben dengan suara yang berubah lembut di samping telinga Jerome.  Tak banyak pergerakan yang dilakukan oleh Jerome. Dia hanya membeku dan terdiam di tempatnya. Tadi dia begitu merasa bahagia saat melihat Ben untuk pertama kali. Seolah menemukan oase ditengah gurun pasir yang gersang. Dan kini hatinya seolah merasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD