"Ya, itu benar, kamu memang pernah melakukannya. Ada orang yang sengaja menaruh obat perangsang ke dalam minumanmu. Orang itu adalah salah satu temanmu. Kau benar-benar ceroboh waktu itu." "Apa? Temanku? Jadi ada orang yang memasukkan obat? Tapi kenapa Papa tidak pernah memberitahuku sebelumnya?" Keenan menggebrak meja tak percaya. Dia menatap ayahnya yang kini membuka kembali apa yang pernah terjadi belasan tahun lalu. Setelah mendengar penjelasan dari ibunya kemarin, dia langsung mendatangi ayahnya hari ini di jam makan siang. Keenan ingin tahu apa yang sebenarnya dia lewatkan. "Kenapa Papa menyembunyikan semua ini?" "Papa pikir ini lebih baik karena kamu juga tidak mengingat kejadian itu. Lagi pula, Papa tidak mau kamu terlibat dengan gadis yang mereka bawa. Bisa saja mereka ingin me

