Javier Menghilang

1062 Words

Emily mengaduk-aduk minumannya tanpa minat. Dia berkali-kali menghela napas kasar sambil memikirkan percakapannya dengan ayah mertuanya semalam. Keenan tak bersalah. Lelaki itu dijebak. Sekarang cukup masuk akal kenapa Keenan tidak mengingatnya. Dia juga tidak ingat wajah lelaki yang memperkosanya karena semua berlangsung cepat. Haruskah dia menuruti perkataan ayah mertuanya? Keenan juga bersikap baik padanya, tapi bagaimana jika ada wanita lain sebelumnya yang disentuh Keenan? Emily tidak bisa membayangkan hal itu. "Nyonya? Nyonya?" tegur sebuah suara. Emily yang saat ini melamun, sontak tersadar dan langsung menatap pelayan yang baru saja menegurnya. "Ya? Ada apa, Bi?" "Itu, sepertinya jam sekolah Tuan Javier sudah selesai." "Oh, iya, aku harus menjemputnya." Emily buru-buru bangki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD