AM 17: Pertama

5509 Words

Ijinkan aku jelajahi istanamu dengan hembusan nafasku. Kan kukunci rapat ia dari dalam, dan takkan kubiarkan siapapun menodainya lagi. *** ____________________________________ Author pov. Jum'at pagi yang sangat sibuk bagi Gracia. Karena tepat pukul 5 pagi ini ia harus sudah sampai di sekolahnya. "Makan rotinya dulu Gre," kata Kinal. Kini Kinal, Veranda, dan Gracia sedang berdiri di dekat meja makan. "Bentar kak, buru-buru nih," balas Gracia yang sedari tadi sibuk dengan barang yang akan ia bawa. "Makan dulu Gre," titah Veranda. "Iya iya. Mana?" "Nih, makan," Kinal memberikan sepotong roti tawar dengan selai nanas di atasnya. Gracia menerima roti itu dan memakannya. Tapi tanpa sengaja, mata Gracia menangkap sesuatu yang aneh menurutnya. "Leher kak Ve kenapa?" "Leher? Kenapa e

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD