AM 18: Ancaman

4141 Words

Aku dan kamu ditemani hembusan angin malam. Secangkir s**u coklat, martabak keju, dan senyuman manismu membuat setiap malamku terasa seperti malam minggu. *** ____________________________________ Author pov. Guyuran air hangat dari shower membasahi setiap lekuk tubuh Veranda. Pagi ini Veranda terbangun terlebih dulu setelah malam panjang yang ia lalui bersama Kinal. Sementara Kinal masih setia terlelap berbungkus selimut tebalnya. Setelah puas membasuh tubuhnya, Veranda melihat pantulan dirinya sendiri di cermin besar kamar mandi. "Ya ampun Kinay, banyak banget merah-merahnya. Untung di leher ngga ada," gumam Veranda melihat banyak sekali bercak merah di tubuhnya. Terutama di area d**a dan perutnya. "Ssshh.., mana perih lagi," keluh Veranda saat menyentuh satu bercak yang ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD