AM 19: Dendam

3272 Words

Cintaku padamu bagaikan tangen 90°, kalkulator saja menyerah kalah, tak mampu menghitungnya. *** ________________________________________ Author pov. Senin pagi yang sangat sibuk seperti biasa. Terlihat mobil Kinal berada di tengah-tengah padatnya jalan raya ibu kota. Hari ini Kinal mengantarkan pujaan hatinya menuju kantor. Setelah itu ia langsung menuju ke kampusnya. Dua jam lagi Kinal harus menghadap dosen pembimbing tugas akhir Sehingga pagi ini ia harus menyiapkan semuanya agar bisa lanjut ke bab berikutnya. ... "Jeje mana Beb?" "Balik lagi barusan. Hp-nya ketinggalan." "Hah? Hp ketinggalan? Kok bisa?" "Tau. Gue juga heran, untung hidungnya bukan bongkar pasang. Kalo iya pasti ketinggalan juga tuh hidung." Kini Kinal dan Beby sedang duduk-duduk di gazebo depan jurus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD