Sepasang kelopak mata berkedip-kedip, berusaha menyadarkan diri sepenuhnya. Perempuan rambut panjang, masih mengenakan piama warna putih, kini terbangun. Begitu matanya terbuka dan kesadaran terkumpul sepenuhnya, Lenora terduduk sembari mengedarkan pandang ke sudut kamar sederhana nan kecil. Seketika tahu bahwa dirinya sudah tidak di kamar Harold. "Ini bukan kamarnya ...," gumam Lenora yang masih melihat seisi kamar, sebelum akhirnya menurunkan kaki. Begitu menginjak lantai, Lenora meraba dinding sampai tangannya berhasil menggapai kenop pintu. Membuka sedikit pintu kayu itu lalu mengeluarkan kepalanya dan celingak-celinguk. "Tidak ada siapa pun ... aku di mana?" lirihnya dan ia ragu untuk keluar. Mendadak, kejadian akan dirinya yang kala itu hendak 'dipakai' pria tua, muncul di pikira

