"Hoek!" Untuk kesekian kalinya, Malik kembali memuntahkan isi perutnya, bahkan ia belum sempat berjalan menuju toilet, namun cairan bening itu sudah berceceran dilantai kamarnya. Ia benar-benar lelah, tak bisa tidur setiap malam, tubuhnya bergetar hebat, hawa dingin disekitarnya membuat perutnya tak nyaman, sakit, hingga menjalar kebagian punggung. "Bi!" Malik berjalan tertatih sembari membuka pintu kamarnya, terkejut setengah mati melihat Surti dan Jaya tidur di depan kamarnya. "Aden bangun den? Syukur... Bibi nunggu semalaman." Ujar Surti dengan penuh kelegaan, sejak semalam ia tidur didepan kamar Malik karena takut tuan mudanya itu kenapa-kenapa, saat pintu di buka Surti langsung bergegas bangun sedangkan Jaya masih tertidur pulas. "Bibi kenapa disini?" Tanya Malik. "Bibi khawatir

