"Dingiiiin ...." "Dinin ...." Teriakan kecil serempak mengawali pagi keluarga kecil Arya di Tawangmangu. Kemarin mereka bersama Elyas dan Dean ikut penerbangan sore. Ya, mereka semua akan menghadiri undangan pernikahan Raka dan Tiara. Handuk kecil bergambar boneka membelit tubuhnya yang bulat seusai mandi. Tangan gemuk Ara mengepal dan diletakkan di sebelah masing-masing pipinya. Sambil berteriak layaknya bintang iklan di televisi, bocah itu meringis memamerkan gigi kecil teraturnya. Membuat Arya maupun Kinan terbahak dan mengikuti gerakan yang dibuat oleh buah hati mereka itu. "Ayo, pakai minyaknya dulu." Kinan memperlihatkan botol minyak dengan tutup ulir berwarna putih. "Minak." Ara meniru ucapan mamanya. "Iya, biar nggak dingin lagi." Arya membuka handuk Ara dan menahan bocah itu

