Karena tidak mendapatkan jawaban yang jelas, Shaka merentangkan kain berwarna mencolok itu. "Ini ... punya kamu?" tanyanya dengan senyum meringis. Tentu ia tahu apa yang ada di tangganya kini. "Bukan!" sambar Aneska. Dengan cepat merebut benda itu dari tangan suami. "Lalu?" "Ini punya mama." Dimasukkan kembali baju itu ke dalam paper bag. "Punya mama? Terus kenapa ada di sini?" Shaka ingat, tas-tas itu adalah barang yang dibawa oleh ibu saat datang tadi. Dan ketika ia tanya, wanita itu mengatakan itu adalah milik istrinya. "Em ... aku ... aku gak tau. Mungkin ketinggalan," sahut Aneska sembari membuang pandangan saat menyadari tatapan suami tertuju padanya. Wajah terasa panas karena menahan malu yang teramat sangat. Ia tidak menyangka ternyata baju dinas yang dibelikan ibu mertua, be

