43. Meragu

1203 Words

Aneska tidak langsung menjawab. Diam dengan kepala menunduk. "Zira. Kenapa malah diam? Mau bicara apa?" Shaka kembali bertanya. Aneska menggeleng. "Aku lupa mau bicara apa tadi," cengirnya, "nanti kalau udah ingat, aku kasih tau." "Baiklah. Aku mau mandi dulu." Wanita itu mengangguk. Dihelanya napas panjang. Padahal saat di rumah sakit, ia tidak sabar ingin segera pulang dan mengembalikan uang suami dan ia pun bisa terbebas dari perjanjian konyol mereka. Tetapi saat melihat suami, tiba-tiba saja ia menjadi ragu. "Kenapa aku ini?" gumam Aneska. "Mungkin sebab aku masih bingung ngasih alasan apa sama ibu dan ayah kalau kami berpisah." Aneska kemudian beranjak, membawa makanan dan menatanya di meja. Duduk di kursi makan dengan kepala masih dipenuhi cara untuk bicara pada suaminya. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD