Shaka berdiri di depan pintu saat ibu dan istrinya kembali. Sebelah alis terangkat seraya menatap ibu tercinta. "Telat dikit. Itu juga karena terjebak macet," ujar Marta, mengerti arti tatapan putranya. "Terjebak macet di jalan apa di mall?" sindir Shaka. "Kamu ini perhitungan banget sih sama orang tua. Cuma telat dikit aja dipermasalahkan," omel Marta seraya menatap sebal pada putranya. "Udahlah, mending mama pulang aja." "Aku anterin," ujar Shaka. "Gak usah. Mama bisa jalan kaki sendiri,," tolak Marta karena rumah mereka masih dalam komplek yang sama hanya berbeda blok. "Ya udah," sahut Shaka sembari melipat kedua di depan dadda dengan bahu bersandar pada kusen pintu yang terbuka lebar. "Sayang, mama pulang dulu." Marta pamit pada menantu. "Aku aja yang anterin Mama," sahut Anesk

