" Kamu yakin mau menikah dengan Bagus?" tanya Tante Maya, ibunda Bagus pada Dian ketika mereka berdua tengah duduk di taman belakang sambil meminum teh. " Tante, enggak setuju ya?" tanya Dian. Tante Maya tersenyum kecil. " Kenapa kamu mikirnya kayak gitu? memangnya tante ini ibu-ibu macam film sinetron." gerutu Tante Maya. Dian tersenyum. " Siapa tahu tante keberatan karena saya kan istri dari Abhi yang posisinya adik sepupu kak Bagus." " Terus masalahnya apa? jodoh mah enggak akan kemana. tante aja dapatin si Papi enggak disangka padahal si Papi ini mantan pacar Mamanya almarhum Abhi." " Oh ya? kok bisa?" " Ya bisalah namanya juga jodoh." Tante Maya dengan anggun meletakkan cangkirnya dan menatap Dian serius. " Yang Tante pikirkan itu hati kamu." Dian tertegun. " Kamu tidak mencin

