Satu hari menjelang pernikahan dirinya dengan Bagus cukup membuat Dian merasa tertekan. Keinginan mengadakan pesta meriah membuat Dian cukup lelah mengikuti keinginan keluarga Bagus, belum juga bisikan antar saudara yang cukup menyebalkan karena menganggap dirinya seperti piala bergilir membuat Dian merasa kesal. Untunglah kedatangan Gian dan keluarganya cukup membuat hati Dian merasa ringan. Apalagi hari ini ia dan Gian tengah mengajak Adam dan Ail bermain di arena mandi bola yang terletak di salah satu mall kota Bandung " Gimana rasanya mau nikah besok, Dek?" tanya Gian ketika mereka tengan makan siang di foodcourt. " Yah begitulah." " Kusut banget sih wajahnya." ejek Gian. " Cape." Gian tersenyum menatap Dian yang kini tengah sibuk menyuapi Adam makan. wanita itu tahu jika Dian s

