Dua Puluh

875 Words

 " Kok bisa dadakan pindah gitu?" tanya Rion ketika mereka tengah menikmati makan siang di restoran seafood. " Aku juga baru dikasih taunya kemarin." Dian mengerutkan alis. " Baru ngeh kok jadi bilang ke diri sendiri aku ya? hahha." Rion terkekeh. " Enggak apa-apa manis di denger kok." " Makin cinta enggak?" goda Dian. " Cinta kok." jawab Rion kalem. Dian merona dan mencium pipi Adam yang malah tertidur di stroler. " Kembali ke topik, kenapa bisa dadakan?" " Aku sih curiganya Kak Bagus udah ngerencanain ini." " Karena kita?" Dian mengangguk. " Kenapa? kita bahkan enggak selingkuh? aku sama kamu pergi berdua aja enggak kan? malah aku datang ke rumah cuma sebentar soalnya kamu udah usir aku." " Yah mungkin dia tau kalau aku sama kamu saling cinta." gumam Dian. Rion tergelak. " Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD