Bintang baru saja selesai bimbingan. Hari ini ia cukup puas dengan hasilnya karena semua berjalan dengan lancar. Satu persatu dilalui Bintang, satu langkah ia lewati setiap hari, progres yang begitu luar biasa. Liburan tiga hari bersama Raka di Pulau pribadi membuat otaknya berpikir dengan lancar. Setelah ini ia berencana mengunjungi Bella di coffe shop. Wanita itu masih bertahan bekerja di sana, lagi pula ia tidak ada kegiatan lain selain bekerja di sana. Baru saja ia keluar dari kelas, berjalan di pelataran kampus. Tiba-tiba ada yang menarik pundaknya dari belakang, menampar pipinya. "Aduh!"teriak Bintang, ia memegangi pipinya yang sakit dan sudah pasti akan merah setelah ini. "Kemarin kamu pergi dengan Papaku!" Tiba-tiba saja Kayra menghampiri Bintang dan marah-marah. Kemarin, ia me

