"Akhhh! Kenapa?! Kenapa Tia?! Kenapa kau lebih memilih pergi dengan dia?! Kenapa?! akhhh!" Aldy berteriak bak orang kesetanan, dan tangannya bergerak membanting semua barang-barang yang ada di sekelilingnya. "Kau tidak boleh pergi bersama pria lain Tia! Tidak boleh!" teriaknya lagi dengan pandangan yang sudah menggelap, dan suasana hati yang dipenuhi dengan amarah. "Aku ... seharusnya kau pergi hanya denganku Tia! Hanya denganku!" Aldy jatuh terduduk di atas lantai dengan air mata yang sudah mulai mengalir keluar dari pelupuknya. Kamar yang tadi terlihat rapi dalam sekejap langsung terlihat seperti kapal pecah. Belahan kaca dari vas berserakan di lantai tempatnya bertekuk lutut. Namun, Pria itu tak peduli dan dia terus menatap kosong ke depan. Khuk ... khuk ... khuk ... khuk Tangan ka

