Aldy yang ada di dalam mobil hitam itu mencengkram erat kemudi mobilnya saat melihat Tia pergi bersama Tio. "Kurang ajar! Seharusnya kau berangkat bersama dengan ku Tia. Kenapa kau malah pergi dengannya." marah Aldy dengan menekan setiap perkataannya. Aldy memutar kembali mobilnya untuk pulang dan meredakan sesak yang langsung melanda dadanya dikarenakan sistem pernafasannya mulai tak stabil. *** Tia hanya menundukkan kepala dan menggigit bibi dalamnya untuk menghilangkan kegugupan yang saat ini menimpa dirinya, "Apa kau tidak menyampaikan pesanku, anak pembantu?" tanya dingin Tio dengan mata fokus melihat jalanan ibu kota yang setiap pagi memadat. "Aku sudah menyampaikannya Tuan muda, tapi nona muda sudah terlanjur tanda tangan kontrak. Dia sebenarnya juga sangat ingin menemuimu, tapi

